The Power Of Sedekah

Percaya atau tidak, manusia yang hidup di dunia ini pasti mengalami hukum sebab-akibat. Apa yang seseorang perbuat, ia jugalah yang harus bertanggung jawab. Apa yang seseorang tanam, maka itulah yang akan ia tuai. Berbisnis bukan melulu tentang mendapatkan keuntungan sebanyak-banyaknya, tetapi juga bagaimana agar hasil dari bisnis bisa memberikandampak positif bagi orang lain.

Merawat Spirit Berbagi

Selain harus mau bekerja keras dan pintar menangkap peluang, hal yang tidak kalah penting bagi wirausahawan adalah berbagi atau bersedekah. Semua agama tentu mengajarkan sesama manusia untuk saling berbagi. Selama sepuluh tahun berbisnis, saya pernah mengalami titik tidak mempunyai uang, baik pribadi maupun usaha. Padahal, kebutuhan selalu ada. Di situ, saya merasakan keajaiban bersedekah.

Suatu ketika, saya teringat itu adalah hari sabtu tanggal 30, yakni saatnya membayar gaji karyawan, namun uang yang dibutuhkan, masih kurang Rp.3.000.000,00. Saya sendiri menyukai hari jum’at untuk rutin bersedekah. Benar saja, pada hari Sabtu saat kebingungan karena kekurangan uang guna membayar gaji karyawan, tiba-tiba ada orang memberikan uang muka untuk pesanan nasi boks untuk bulan depan. Begitulah kekuatan sedekah. Selalu ada kemudahan disaat pelakunya mengalami kesulitan.

Sedekah tidak akan membuat pelakunya menjadi miskin, selama ia ikhlas. Jika pengusaha mempunyai pembukuan yang bagus maka akan terlihat profit margin atau keuntungan. Dalam ajaran agama yang saya anut, 2,5% penghasilan hendaknya disedahkan. Maka, saya pun mengalihkan keuntungan usaha dengan angka tersebut. Kalaupun ternyata kamu baru mampu bersedekah Rp.50.000,00, itu bukan masalah. Sisakan dana sebesar Rp.50.000,00 per bulannya khusus untuk disedekahkan.

Lakukan secara konsisten. Jangan setengah-setengah dalam bersedekah. Misalnya, kamu setiap Jum’at rutin memberikan infaq ketika datang ke masjid untuk menunaikan shalat jum’at. Kamu akan merasakan manfaatnya di kemudian hari.

Banyak pengusaha sukses kelas dunia yang mendonasikan hartanya untuk aksi sosial. Sebagai contoh, Bill Gates, penggagas Microsoft, bersama istrinya mendirikan Bill and Melinda Gates Foundation. Kabarnya, mereka bahkan menyisihkan hampir setengah hartanya untuk kegiatan-kegiatan sosial. Tujuan utama yayasan ini adalah memperbaiki sistem kesehatan dan mengurangi kemiskinan ekstrem di seluruh dunia serta memperluas kesempatan pendidikan serta akses tekhnologi informasi di Amerika Serikat. Namun, Bill Gates tidak jatuh miskin, bahkan malah menduduki peringkat satu sebagai orang terkaya di dunia.

Tak perlu menunggu mempunyai banyak uang, baru bersedekah. Jika sekarang memiliki maka sedekahkan segera. Jika tidak punya uang, sedekah dapat dilakukan dalam bentuk yang lain. Sedekah tidak melulu tentang besaran nominal yang kamu berikan. Sedekah bisa juga diwujudkan dalam bentuk ilmu, tenaga dan sebagainya.

oleh : mas farid

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *